• Jam Buka Toko: Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
  • Status Order
  • Tlp: 08128415658
  • SMS/WA: WA 0812 841 5658 / SMS 0813 1873 3330
  • Line : nikadikafashion.com
  • BBM : 2B14C217
  • nikadikafashion@gmail.com
Terpopuler:

Adab makan dan minum diatur dalam Islam

01 April 2017 - Kategori Blog

Adab makan & minum diatur dalam Islam , yang berdampak pada kesehatan tubuh.

Standing Party dalam hajatan pernikahan , ulang tahun atau pesta pesta lainnya adalah hal yang sudah lumrah , bahkan sudah menjadi tradisi budaya modern saat ini.

by annaro

Apakah anda mengetahui bahwa adab makan dan minum diatur dalam Islam serta faedahnya bagi tubuh kita ?

Standing party dalam hajatan pernikahan, ulang tahun atau acara pesta lainnya adalah hal lumrah,bahkan sudah menjadi tradisi modern saat ini.

Hmmm ada juga standing resto di Jepang , dimana sebuah restaurant membuat konsep makan sambil berdiri bagi pengunjungnya… masyaallah

Islam sangat mengatur adab makan bagi umatnya dengan mencuci tangan sebelum makan, menggunakan tangan kanan, tidak makan terlalu kekenyangan serta  tidak makan sambil berdiri.

Larangan makan dan minum sambil berdiri tersebut bukan tanpa alasan. Ada hikmah yang terkandung dalam larangan tersebut serta penjelasan ilmiah yang menguatkannya.

”Adab makan dalam Islam ternyata memiliki  hikmah tersendiri,”kata Spesialis Saraf RS PKU Muhammadiyah Bantul dr Ana Budi Rahayu, SpS.

Bila seseorang makan sambil berdiri, akan terjadi reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Hal ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pHnya 1-2,5), Hal ini ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada heartburn.

”Bila kita tetap membiasakan makan minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi menyebabkan kanker saluran esofagus,” tuturnya.

Dalam hadis, disebutkan : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata, “Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Hadis lainnya menyebutkan yang artinya,
 “Jangan kalian minum sambil berdiri,  Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan.” (HR. Muslim).

Sudah jelas dari hasil penelitian para ahli, yang menguatkan hadits Rasulullah, bahwa aturan makan dan minum dalam Islam bukan tanpa sebab.

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani mengatakan, “Minum dan makan sambil duduk itu lebih sehat, lebih selamat dan lebih sopan. Ini karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus secara perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus dan menabraknya dengan keras.

Jika hal ini terjadi berulang kali dalam waktu lama, dapat menyebabkan melar dan jatuhnya usus sehingga mengakibatkan disfungsi pencernaan. Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam berdiri, itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, tapi bukan merupakan kebiasaan. Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi mengatakan bahwa saat berdiri, manusia dalam keadaan tegang, karena organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya agar bisa berdiri stabil dan sempurna. Hal tersebut melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai syarat terpenting saat makan dan minum, yaitu ketenangan.

Ketenangan hanya bisa dihasilkan saat duduk, saat syaraf dalam keadaan tenang dan tidak tegang sehingga sistem pencernaan siap menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Subhannallah beruntunglah kita sebagai bagian dari orang orang yang mendapatkan hidayah Islam. Segala aspek kehidupan kita sebagai muslim telah diatur dalam alquran dan hadits, kita tinggal menjalankannya. Segala sesuatu yang turunnya dari Allah adalah kebaikan.

Nah gimana mau seperti simBok dan buDe ? Gelar taplak untuk mencicipi suguhan dalam hajatan ? wkwkwkwkwk…tentu tidak , saatnya kita rubah tradisi baru yang teradaptasi dari barat dan tidak Islami bahkan banyak mudaratnya, kembali  menjadi budaya yang santun sesuai hadits dan Islami .

 

 

 

 

 

 

, , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *