• Jam Buka Toko: Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
  • Status Order
  • Tlp: 08128415658
  • SMS/WA: WA 0812 841 5658 / SMS 0813 1873 3330
  • Line : nikadikafashion.com
  • BBM : 2B14C217
  • nikadikafashion@gmail.com
Terpopuler:

“Salah Paham”

01 Maret 2017 - Kategori Blog

“Salah Paham” —-– episode 1

oleh : dinisuw   

Kejadiannya pas pergi sendirian dari Jakarta tujuan Banyuwangi, jadi transit dulu di Juanda-Surabaya sebentar, karena sebentar jadi…sambil jalan menuju ruang transit sambil mikir mau makan apa yaa…. yang praktis dan cepat?

Dekat ruang tunggu transit di Juanda ada tempat makan imut tapi  lengkap ada meja makannya, dan menunya lumayan agak berat. Ada soto ayam, rawon dan bakso.

Naa… ini yg kucari, mengingat perjalanan masih jauh, lama, dan memang sudah waktunya makan siang.

Pramusaji berseragam putih hitam mendekatiku dan memberi daftar menu….Aku menolak, tapi langsung bilang :

Aku     : “Mbak saya mau makan, menu apa yang cepat?”

Mbak :  “soto-rawon-bakso!”

…………dengan sigap dan cepat si mbak menyebut menunya………

Akhirnya aku memilih rawon aja, sudah lama ngga makan rawon khas Surabaya, sambil nunggu aku mikir…kenapa si mbak tadi ngomongnya sigap dan cepet banget nyebut menunya….Karena penasaran waktu makanku siap, aku tanyalah simbak tadi.

Aku     : “Mbaak…tadi kenapa mbak nyebut menu untuk saya sigap dan cepet sekali?”

Mbak : “Lho…kan ibu tadi yang minta cepet?!”

Aku  : @@#/*@/%??……

 

 

“Salah Paham” —-– episode 2    

oleh : dinisuw     

Perjalanan umroh yang pertama kali, bersama rombongan dari berbagai kota, mengkisahkan cerita tersendiri. Sedari awal persiapan saya dan sahabat salah satunya adalah menjaga sikap dan adab kita selama disana ( di Saudi Arabia, red ). Kami sudah janjian untuk saling mengingatkan untuk bersikap baik dan ramah kepada sesama rombongan dan siapapun.

Pada waktu makan malam di hotel, saya dan sahabat saya, sudah siap antri prasmanan.

Saya :  “Silakan duluan bu…”

Kataku kepada sahabatku, mencoba untuk bersikap baik dan sopan.

Sahabat : “baiklah…”

Singkat cerita sahabatku ternyata sudah langsung akrab dan sikapnya lemah lembut kepada ibu yang antri didepannya.

Saya bangga dengannya, karena sahabat menerapkan betul sikap ramah dengan sesama di rombongan.

Waktu makan di meja makan bersama, sahabat tidak banyak bicara, cenderung diam, dia menikmati makan malamnya.

Lagi-lagi saya bangga dengannya….sikapnya berubah lebih baik.

Setelah  ritual ibadah selesai, saatnya istirahat di kamar, sahabat saya cerita…..kejadian di ruang makan tadi….:

Sahabat : “Ibu di depanku yang antri waktu prasmanan tadi senyum terus sambil menoleh kebelakang kearahku, jadi akupun sambut keramahannya dengan senyum dan berbasa-basi ngobrol standardlah…, tinggal dimana, berangkat dengan siapa…gitu deh….”

Saya : “Aku tadi juga lihat sepintas, dirimu ramah juga terhadap ibu tadi. That’s good!”.

Sahabat : “Tapi aku malu sebenernya…”

Saya : “Lhahh….kok malu??”

Sahabat : “Karena aku salah mengartikan senyumnya ibu tadi………ternyata senyumnya untuk isyarat kalau ujung baju gamisnya, bagian belakang ke injak sepatuku, jadi dia susah jalan kedepan untuk ambil lauk dan sayur”………..

…….ahaaaaa….haaaa….haa….

 

, , , , ,

Satu Komentar/Review

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *